havea Nias Barat pendahuluan

Untuk membantu para petani penerima bibit karet okulasi masyarakat Nias Barat.

teknik pembuatan polibag

polibag yang ditanamin karet.

teknik okulasi

teknikokulasi.

batang bawah

gambar batang bawah

Kamis, 16 Juni 2016

Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Karet

  1. Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit yang sering terdapat pada pembibitan karet yaitu :
1.      Belalang dan jangkrit yang menyerang pada awal pembibitan
2.      Bekicot
3.      Kutu-kutu dan tungau
4.      Meeldow (oidium)
5.      Gloesporium dan helminthosporium (bercak-bercak di daun sehingga terjadi keguguran terutama pada musim kemarau)



Pelatihan cara mengatasi hama & Penyakit


Hama yang ditimbulkan oleh jangkrit, belalang dan serangga lainnya dapat diberantas dengan azodrin atau intektisida yang lain. Kutu dan tungau dapat diberantas dengan keltehane 1 cc/1 liter air. Bekicot dapat diperantas dengan metadex yang dicampurkan dengan dedak kemudian dihamparkan disekeliling pembibitan. Meeldow, gloesporium dan helminthosporium dapat diberantas dengan dithane M 45.

Persiapan Lahan Pembibitan dan Pemeliharaannya

II. P E M B I B I T A N
  1. A. PEMILIHAN LAHAN PEMBIBITAN
Untuk menentukan lahan pembibitan yang baik, perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1.      Toprografi rata dengan kemiringanyang tidak terlalu tajam.
2.      Tanah subur dan gembur.
3.      Areal diusahakan dekat dengan sumber air.
4.      Areal yang bebas dengan serangan penyakit akar.
  1. B. PERSIAPAN LAHAN PEMBIBITAN
Lahan pembibitan harus dari semua lahan yang mengganggu pertumbuhan tanaman maupun sumber penyakit karet, langkah-langkahnya sebagai berikut :
1.      Menumbang pohon/ sisa pohon sampai ke akar
2.      Membongkar semak belukar
3.      Setelah di bongkar bahan-bahan tersebut di kumpulkan pada suatu tempat
4.      Batu –batu yang berserakan di buang



C. PENGOLAHAN LAHAN PEMBIBITAN
Tujuan pengolahan lahan pada lahan pembibitan adalah menyuburkan tanaman dan menumpas populasi gulma atas dasar tujuan tersebut, maka langkah –langkah yang di lakukan adalah : sebagai berikut :
1.      Lahan di cangkul di gemburkan lalu di ratakan
2.      Buatlah bedengan selebar 1 m dan panjang menurut kebutuhan
3.      Jarak antar bedengan 40 – 50 cm jarak ini berfungsi sebagai parit sekaligus jalan untuk mengokulasi
4.      Lingkungan pembibitan tidak terlindung oleh pepohonan yang rindang







D. PENANAMAN KECAMBAH
·         Jarak tanam 40 x 50 cm
·         Sebelum kecambah di tanam maka perlu di buat lobang di sisi ajir 3 – 5cm sesuai dengan panjang akar kecambah.
·         Kecambah dimasukkan kedalam lobang dengan hati-hati sedalam kurang lebih 1 cm dari permukaan tanah, dijaga supaya akar dan calon/bakal batang tidak rusak, kemudian ditutup dengan tanah yang gembur, sampai kulit biji tidak nampak.
·         Setelah itu dilakukan penyiraman.

Mencangkul lahan bedengan

  1. E. PEMELIHARAAN
Pemeliharaan pembibitan meliputi :
1.      Penyiraman
·         Penyiraman dilakukan jika 3 hari setelah penanaman tidak ada hujan
o     Penyiraman hanya dilakukan pada permulaan tanam sampai bibit berumur 15 hari. Setelah itu tidak perlu penyiraman lagi karena sudah cukup kuat.

2.         Penyulaman
Setelah bibit tumbuh dan membentuk daun yang pertama maka ajir segera dicabut, kecuali pada tanaman yang mati / rusak untuk memberi tanda penyulaman.
Bibit yang mati maupun rusak karena hama atau penyakit segera disulam. Penyulaman dilaksanakan pada permulaan tanam sampai bibit berumur satu bulan. Lebih dari umur tersebut tidak dibenarkan untuk menyulam, karena bibit akan heterogen ( tidak seragam).

3.         Penyiangan
Supaya bibit tumbuh dengan baik, maka pembibitan harus selalu bersih yakni bebas dari segala macam gulma. Penyiangan dilakukan sebelum diadakan pemupukan.

4.         Pemupukan
Pemberian pupuk dilakukan dengan cara ditabur atau dibenamkan diantara barisan tanaman. Waktu pemupkan diusahakan agar pembibitan dalam keadaan bersih dan tanah cukup lembab ( 1 hari sesuadah hujan )


Dosis pemupukan dipembibitan adalah sebagai berikut :
Umur
Urea
TSP
KCL
kieserit
Jumlah
1 bulan
1,37
2,34
0,82
0,55
5,08
2 bulan
2,75
4,70
1,60
1,08
10,16
3 bulan
2,75
4,70
1,60
1,08
10,16
4 bulan
4,30
7,30
2,63
1,70
15,90
5 bulan
4,30
7,30
2,63
1,70
15,90
6 bulan
4,30
7,30
2,63
1,70
15,90
Dosis perpohon (dalam Gram)

5.      Mulching

Mulching dilakukan bila keadaan pebibitan kering terutama pada musim kemarau. Hal ini dilakukan pada permulaan pembibitan sampai umur kurang lebih 3 bulan, sehingga pupuk mudah diserap oleh tanaman dan kelembaban tetap tinggi. Pemberian mulching jangan sampai mengenai pangkal batang agar bibit tidak mudah busuk. Mulsa yang dipakai hendaknya dari jerami yang kering dan bebas dari biji-bijian serta penyakit.

Rabu, 15 Juni 2016

Ukuran lubang tanam karet

Ukuran lubang taman karet adalah 60 x 60 x 60 cm.
Pelubangan di lakukan minimal dua minggu sebelum tanam semakin lama pelubangan semakin bagus untuk menghindari gas gas racun karet yg ada di dalam tanah.








Selasa, 14 Juni 2016

Batang Bawah

PEDOMAN PRAKTEK BERKEBUN KARET


Untuk mendapatkan bibit tanaman karet okulasi diperlukan batang bawah sebagai tempat pengokulasiannya, berikut saya uraikan cara pembenihan karet untuk batang bawah.

bagian I  SUMBER BENIH

A. SUMBER BENIH

Biji karet tersedia pada waktu tertentu saja antara bulan Pebruari sampai dengan April sehingga yntuk menyediakan benih perlu disesesuaikan dengan waktu yang begitu singkat, biji yang diambil benih sebaiknya berasal dari kebun produksi yang memenuhi syarat sebagai berikut :
1.    Kebun harus cukup luas (kira –kira 10 ha) hal ini agar memperoleh benih murni.
2.    Minimal lahan berumur 10 tahun.
3.    Pertanaman klonal sudah dari perbanyakan vegetatif.

B. PENGUMPULAN BENIH

Untuk melaksanakan pengumpulan dan pemungutan biji perlu langkah-langkah sebagai beikut :
1.      Satu bulan sebelum berjatuhan di lakukan penyiangan
2.      Dua hari sebelum pemungutan biji untuk keperluan benih, perlu dilakukan pemungutan pendahuluan dan tidak di gunakan untuk benih.
Gambar 1. Contoh biji karet


 



3.        Pemungutan dan pengumpulan benih di lakukan dengan interval dua hari sekali.


C. SELEKSI BENIIH

Tujuan memperoleh hasil yang baik dengan daya kecambah yang tinggi tindakan yang perlu di lakukan pada tahapan ini adalah:
1.      Memeriksa daya lenting.
2.      Pemeriksaan kesegaran yakni: warna lembaga putih atau sedikit kuning.
3.      Pemeiksaan warna kulit yaitu warna kulit mengkilat.


 D. PENYIMPANAN BENIH


Penyimpanan benih bertujuan untuk mempertahankan daya kecambah tetap tinggi ,jika biji tidak segera di semai yang sangat penting di perhatikan dalam penyimpanan benih adalah menjaga kelembaban benih /kadar air biji supaya tidak turun dengan cara sebagai berikut.

1.      Benih direndam dalam air selama 12 jam.
1.      Benih di keringkan dengan tidak terkena sinar matahari langsung.

2.      Mengemas dalam kantong plastik degan campuran lumut sebanyak 2 kg per 2.500 biji diisi 10.000 di campur dengan serbu gergaji secukupnya yang sebelumnya dicampur dengan dithane M 45 dengan dosis 1-2 cc/liter air dengan cara ini benih dapat disimpan selama 10-14 hari dengan daya kecambah yang cukup baik.



E. BEDENG PERKECAMBAHAN


Syarat untuk membuat bedeng perckecambahan adalah tanah harus datar dan dekat dengan sumber air, cara perlakuan membut bedengan adalah :

1.      Tanah di cangkul agar gembur aerasenya lancar.
2.      Meratakan tanah.
3.      Membuat petak bedengan yang sekaligus membuat bangunan dan atap bedengan :

Ukuran bedengan
Lebar : 100-120 cm
Panjang : 5 meter
Tinggi : 10 cm tanpa parit
Jarak antar bedengan : 0,5 m
Arah bedengan : Utara Selatan
Tinggi pasir diatas bedengan : 7-10 cm


F. CARA MENYUSUN BENIH


Apabila benih berasal dari benih simpanan perlu dilakukan cara sebagai berikut :

1.      Segera benih di keluarkan dari kemasan dan dibersihkan dari kotoran termasuk bahan pelembab yang di gunakan

2.      Setelah itu segera di kecambahkan dengan cara :
1.  Perut biji menghadap kebawah dengan posisi horizontal
2.  Posisi benih ditekan dengan bagian yang direndam didalam pasir.
3.  Mikrofil (pintu lembaga) harus ada dalam pasir
4.  Jarak antar benih kira-kira 2 cm, untuk menjaga kelembaban tidak larut dalam penyiraman maka di atas benih di berikan lapisan daun alang – alang yang tipis.


G. PEMELIHARAAN BEDENGAN PERKECAMBAHAN.


1.      Penyiraman rutin 1-2 kali setiap hari
2.      Pengendalian / pemberantas hama penyakit
3.      Kurun waktu pemeliharaan bedengan perkecambahan secara intentif dari hari 0-30 yaitu pada waktu kecambah di pindahkan di pembibitan
Gambar 2 : Cara menyusun benih




Pestisida
Sasaran
Perlakuan
Furadan 3G
Semut
Disebar
Curater 3G
Semut
Disebar
Dafmatur 3G
Semut
Disebar
Agrolera 26 kp
Semut
Disemprot 2 cc/l
Dithane M45
Semut
Disemprot 2 cc/l



H. PEMERIKSAAN HASIL BENIH & PEMINDAHAN BIBIT


Benih karet berkecambah 5-30 hari setelah di kecambahkan, tetapi apabila benih karet tidak berkecambah dalam waktu 21 hari sejak dikecambahkan maka benih tersebut di buang.
Hal – hal yangperlu di lakukan dalam kurun waktu 0 – 21 hari sejak di kecambahkan adalah: disamping perawatan rutin juga perlu dilakukan seleksi terhadap benih yang kurang sehat
Apabila benih tersebut sudah berkecambah maka perlu dilakukan pemindahan ke pembibitan dengan stadia- stadia tertentu yaitu :

1.      Stadium Bintang
2.      Stadium Jarum
3.      Stadium Pancing
4.      Stadium Payung



Gambar 3 : Batang Bawah



Pemindahan bibit sebaiknya dilakukan pada sore hari atau pagi hari namun selalu diikuti dengan penyiraman air.


Senin, 13 Juni 2016

Karet Secara Umum




Karet merupakan komoditi perkebunan primadona ekspor. Indonesia bersama dua negara produsen karet alam terbesar dunia yaitu Thailand dan Malaysia, memberikan kontribusi sebesar 75% terhadap total produksi karet alam dunia. Khususnya Indonesia memberikan kontribusi sebesar 26% dari total produksi karet alam dunia. Diproyeksikan hingga tahun 2020 konsumsi karet alam dunia akan terus mengalami peningkatan rata-rata sebesar 2,6 % per tahun (Balitbangtan, 2005).

Usaha-usaha yang dapat ditempuh untuk meningkatkan produktivitas tanaman di antanya adalah penggunaan bahan tanam unggul dan penerapan sistem eksploitasi yang tepat. Selain kedua faktor tersebut, faktor lain yang memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas adalah pemeliharaan tanaman baik pada fase betum menghasilkan (TBM) maupun fase menghasilkan (TM).

Produktivitas tanaman karet sangat ditentukan oleh kapasitas produksi tanaman dan hamparan, sedangkan kapasitas produksi secara langsung dipengaruhi oleh tingkat pemeliharaan tanaman. Oleh sebab itu, pemeliharaan memegang peranan penting dalam peningkatan produktivitas tanaman. Seperti halnya tanaman perkebunan pada umumnya, tanaman karet memerlukan tindakan pemeliharaan secara agronomis untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Tanaman karet yang tidak dipelihara dengan baik akan menghasilkan tanaman karet yang heterogen sehingga produktivitas areal menjadi rendah. Di samping itu, tanaman juga mengalami hambatan pertumbuhan dan perkembangan sehingga matang sadap dicapai dalam waktu yang lebih lama. Pemeliharaan tanaman yang baik hendaknya dilakukan sejak pertama kali tanaman dipindah ke lapangan.


Secara garis besar tindakan pemeliharaan terbagi dalam tiga kategori yaitu : pemupukan, pengendalian gulma, dan pengendalian hama-penyakit. Selain tindakan-tindakan tersebut, beberapa tindakan pemeliharaan yang spesifik berdasarkan fase tumbuh tanaman merupakan hal yang mutlak diperlukan untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang optimal. Dalam makalah ini disajikan tindakan-tindakan pemeliharaan tanaman karet secara konprehensif yang terbagi dalam dua fase tanaman yaitu tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM) yang disertai teknologi-teknologi terkini mengenai pemeliharaan tanaman karet.


Pemeliharaan tanaman karet pada fase TBM dititikberatkan pada upaya mengoptimalkan pertumbuhan vegetatif tanaman terutama lilit batang untuk mempercepat teracapainya matang sadap serta menyeragamkan pertumbuhan tanaman. Tindakan pemeliharaan pada fase ini memberi dampak secara terus-menerus selama siklus ekonomi tanaman. Tindakan pemeliharaan tanaman TBM meliputi: 1). Penyisipan/penyulaman, 2). Pemeliharaan tanaman penutup tanah (LCC/Legume Cover Crops), 3). Penunasan (Pembuangan tunas palsu), 4. Induksi Percabangan, 5). Pengendalian gulma, 6). Pemupukan, 7), dan Pengendalian hama-penyakit. Pemeliharaan pada fase TM berkaitan dengan kualitas dan kuantitas produksi tanaman. Kegiatan pemeliharaan pada fase TM di antaranya : 1). Manajemen Tajuk, 2). Pengendalian gulma, 3). Pemupukan, dan 4). Pengendalian hama-penyakit.

Minggu, 12 Juni 2016

havea Nias Barat pendahuluan


Untuk membantu para petani penerima bibit karet okulasi masyarakat Nias Barat, khususnya Kelompok Tani di Nias Barat dan gemar berkebun tanaman karet terutama karet unggul hasil okulasi, maka saya  membuat artikel tentang berkebun karet yang cukup sederhana ini.

Adapun isi artikel yang ditulis berdasarkan hasil pengalaman pribadi yang telah mencoba membuat pembibitan dan berkebun sendiri  walau dalam ukuran skala kecil, dan juga kutipan dari sumber buku lainnya, maka bisa jadi didalam artikel ini terdapat kekurangan. Oleh sebab itu saya menerima saran dan perbaikan dari pihak manapun demi penyempurnaan artikel ini.

Harapan saya semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

Juni,  2016



Salam……………Ya’ahowu....!



Paostinus Lombu

penulis